Senin, 28 November 2011

PLAYFULL KISS EPISODE 7

EPISODE 7
Ha Ni sangat ingin tahu tentang He Ra,maka ia menanyakan hal itu pada Seung Jo. Ha Ni terkejut setelah tahu bahwa He Ra seumuran dengannya dan ia berada di kelas yang sama dengan Seung Jo.

Ha Ni mencoba untuk tidak mengintimidasi siapapun dan ia juga berusaha keras agar perasaan gugupnya tidak diketahui oleh Seung Jo. Ha Ni menyangkal saat Seung Jo menanyakan apakah Ha Ni cemburu dengan He Ra.

Tetapi Seung Jo langsung dapat membaca pikiran Ha Ni. Ekspresi wajah Ha Ni sangat mudah dibaca. Ha Ni seperti sebuah buku yang sedang terbuka dan sangat mudah untuk mengetahui apa yang ia rasakan dan pikirkan. Seung Jo mendekatkan wajahnya ke arah Ha Ni, ia ingin membuat Ha Ni GR.

Dan tentu saja Ha Ni langsung memejamkan mata dan ia berharap ini akan menjadi ciuman yang kedua kalinya, sampai Seung Jo tertawa melihat tingkah Ha Ni yang selalu gampang dibodohi.

Ha Ni menyadari bahwa Seung Jo hanya memainkan hatinya. Ha Ni patah hati karena Seung Jo tidak menganggap apa-apa tentang arti sebuah ciuman. Teman-teman Ha Ni sangat merasa kasian melihat keadaan Ha Ni. Tapi, sayangnya mereka tidak dapat menemani Ha Ni untuk makan siang, karena salah satu temannya yaitu Joo Ri telah mendapatkan pekerjaan di sebuah salon kecantikan. Maka Ha Ni makan siang sendirian.

Ini sebuah kejutan untuk Ha Ni, karena tiba-tiba Seung Jo menghampirinya dan duduk di samping Ha Ni. Sebuah kejutan lagi, bahwa seseorang yang berada di belakang counter yang memberikan sedikit porsi nasi pada Seung Jo adalah Joon Gu. Ternyata Joon Gu mendapat pekerjaan di bagian makanan di kampus ini. Sebenarnya Joon Gu bekerja di sini untuk menjaga Ha Ni.

Mereka ingin sekali berbincang satu sama lain, lalu mereka mencari meja kosong dan Ha Ni menemukannya. Tapi sayang sekali, Seung Jo dan teman-temannya telah terlebih dahulu duduk di tempat itu tanpa sepatah kata pun pada Ha Ni.

Di taman, Ha Ni melihat Seung Jo duduk di sebuah bangku. Ha Ni menghampirinya, tetapi sama seperti apa yang ia lakukan Seung Jo malah pergi. Seung Jo bergabung dengan kakak tingkat Kyung Soo yang mencoba merekrut Seung Jo untuk ikut bermain di klubnya. Setelah bercakap-cakap panjang lebar, Seung Jo akhirnya setuju untuk ikut bergabung dengan mereka.

Ha Ni sangat ingin mengetahui club apa yang akan Seung Jo ikuti. Tapi karena Seung Jo tidak ingin Ha Ni mengikuti club yang ia ikuti, maka ia tidak memberitahunya. Karena Seung Jo tidak memberitahu club mana yang ia ikuti, maka diam-diam Ha Ni mengikutinya. Saat Seung Jo sedang menuju ke ruang rapat club, Ha Ni mengikutinya dari belakang. Tapi, tiba-tiba ia kehilangan arah dan akhirnya Ha Ni kesasar. Tapi, akhirnya Ha Ni dapat menemukan ruangan yang dituju Seung Jo. Itu adalah TOP SPIN (Sebuah club Tennis).

Seung Jo tidak terkejut mengetahui Ha Ni ikut masuk ke club tennis. Yang mengejutkan adalah Ha Ni bertemu dengan seorang yang familiar di club itu : He Ra. Di saat SMA, Seung Jo dan He Ra memenangkan sebuah pertandingan di bidang Tennis, itu alasan mengapa mereka saling mengenal satu sama lain.

Mulai saat ini, He Ra telah menganggap Ha Ni sebagai saingannya. Meskipun He Ra berbicara dengan nada ramah dan sopan tapi kata-katanya sangat menyakitkan, He Ra berkata pada Ha Ni agar tidak mengikuti club tennis ini kalau tidak tahu bagaimana cara memainkan tennis. Ha Ni menjawab bahwa ia mengikuti club ini hanya untuk mencari kesenangan.

Latihan pertama dimulai, Kyung Soo datang kemudian mengambil tempat sebagai pelatih mereka saat ini. Ha Ni tahu bahwa Kyung Soo adalah orang yang baik tapi He Ra dan Seung Jo malah menyeringai mendengar pernyataan dari Ha Ni.

Ternyata perkiraan Ha Ni salah, Kyung Soo berubah jadi sosok yang menyeramkan. Ia memberikan sebuah serves yang sulit. Ia mengadakan test keahlian masing-masing anggota satu demi satu.

Kyung Soo sangat gugup berada di dekat He Ra, karena kegugupannya ia melempar bola ke arah He Ra dengan lemparan yang sangat mudah untuk diterima. Ini kesempatan He Ra untuk memamerkan kemampuannya. Berikutnya adalah Seung Jo, dengan bakatnya yang sangat memukau Seung Jo tidak mendapat masalah apa-apa. Cara Seung Jo bermain tennis membuat semua orang kagum dan
sedikit membuat Kyung Soo cemburu
.
Tinggal tersisa satu anggota yaitu Ha Ni. Ha Ni sangat ketakutan saat menerima bola tennis. Beberapa kali ia mencoba untuk menghindari bola itu, tapi kemudian satu bola menuju ke arah wajahnya dengan tepat. Mengetahui hal itu, Ha Ni segera melindungi wajahnya dengan raket dan ia terjatuh.

Kyung Joong bersimpati pada Ha Ni, ia memuji Ha Ni karena telah fokus dalam memukul bola tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri. Kyung Joong sedikit aneh.

Di cafe, semua orang membicarakan tentang betapa sempurna bakat yang dimiliki oleh He Ra dan Seung Jo. Mereka memperkirakan bahwa mereka berdua adalah orang yang sangat populer saat SMA. He Ra berkata mengenai dirinya sendiri. Dia mencoba menyombongkan diri.

Ha Ni, Seung Jo dan He Ra mengikuti mata kuliah selanjutnya yaitu bahasa inggris. Tapi, kenapa Joon Go juga ikutan di kelas itu? Dia menyelinap masuk cuma untuk bersama Ha Ni. Ketika dosen menanyakan Ha Ni menggunakan bahasa Inggris, Ha Ni gugup. Ia tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh dosen itu. Lalu Ha Ni mencoba menanyakan hal itu kepada Seung Jo. Tapi Seung Jo malah tidak memperdulikannya, jadi Ha Ni meminta maaf dengan menggunakan bahasa inggris yang buruk.

Dosen melihat ke arah Joon Gu dan bertanya apakah dia murid di kelas ini. Joon Gu menjawabnya dengan bahasa inggris yang kelewat belepotan. Jadi He Ra segera berkata pada dosen bahwa Joon Gu bukan murid, ia ada di kelas ini karena ia menyukai Ha Ni.

Kemudia He Ra berkata kepada Joon Gu dengan nada yang ramah tapi inti kalimatnya sangat menyakitkan. He Ra berkata bahwa ia sangat benci cowok bodoh dan mendeskripsikan kebodohan Joon Gu dengan kata-kata yang sama saat Seung Jo mendeskripsikan kebodohan Ha Ni.

Ha Ni sangat murung dan dia berkata kepada ibu Seung Jo bahwa Seoung Jo menyukai gadis cantik dan pintar, gadis semacam itu sangat banyak di sekolah. Ibu Seung Jo segera mengerti bahwa orang ketiga telah menghalangi jalannya, dan menasehati Ha Ni bahwa ia dan Seung Jo adalah tipe orang yang harus selalu bersama untuk menjadi sempurna, seperti panci dan tutup, karena mereka akan saling melengkapi satu sama lain dan bukan seperti sebuah karbon yang saling menyalin satu sama lain.

Ha Ni memikirkan Eun Jo yang sepertinya sedang memiliki masalah dengan teman sekelas. Melihat kemurungan Eun Jo maka Ha Ni berpikir keras untuk menghiburnya. Maka ia memutuskan untuk mendekati seorang anak kecil perempuan dan mengajaknya untuk bermain di rumah.

Eun Jo dan gadis kecil itu berada di ruang kamar untuk bermain dan tentu saja Ha Ni dan ibunya Seung Jo memata-matai mereka. Ternyata tidak ada perubahan yang berarti dari pertemuan antara Eun Jo dan gadis itu tidak berjalan baik. Gadis kecil itu merasa suntuk dan bosan-sampai akhirnya Seung Jo datang.

Tiba-tiba, gadis kecil itu langsung bergembira melihat Seung Jo. Pada saat makan malam, dengan keberaniannya gadis kecil itu menanyakan apakah Seung Jo percaya pada 'Love at first sight.' Tentu saja Seung Jo tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Kemudian gadis kecil itu kembali berkata bahwa ia percaya adanya 'Love at first sight' saat ini kemudian ia meminta satu hal pada Seung Jo : "Oppa! Please just wait seven years!"

Eun Jo merasa sedih. Ibu Eun Jo mencoba memberikannya semangat dan mengatakan bahwa betapa mengagumkannya Eun Jo, tapi tentu saja kata-kata itu tidak memberikan efek yang berarti pada Eun Jo. Ha Ni menanyakan pada Seung Jo apakah ia peduli bagaimana perasaan Eun Jo.

Ini memberikan kesempatan pada Ha Ni untuk mencurahkan segala isi hatinya tentang He Ra. Seung Jo tersenyum dan mengetahui hal itu. Ia bertanya pada Ha Ni apakah hal itu berkaitan antara masalah He Ra dan Eun Jo. Ha Ni menjawab bahwa keduanya adalah masalah yang sama.

Eun Jo marah terhadap Ha Ni saat Ha Ni datang untuk berbicara dengan Eun Jo. Eun Jo berkata bahwa semua ini adalah salah Ha Ni. Ha Ni mengerti dan ia menyadari bahwa semua ini adalah salahnya dan ia meminta maaf atas hal itu. Eun Jo berkata dengan kasar pada Ha Ni "apa kau tahu?!"

Di satu sisi Ha Ni mengetahui dengan sangat baik apa yang Eun Jo rasakan karena ia juga selalu merasakan hal itu. Yaitu perasaan saat dimana dirinya tidak diperdulikan oleh orang yang disukai dan hal itu sangat menyakitkan. Ha Ni menghembuskan nafas dan berkata, "Eun Jo, Aku berpikir saat dua orang yang satu sama lain saling mencintai pada saat yang bersamaan hal itu adalah sebuah keajaiban. Suatu hari, akankah keajaiban itu datang padaku."

Ha Ni mengatakan hal itu dengan sangat sedih. Ayahnya tidak sengaja mendengar ucapan Ha Ni dari dalam, dan ia merasa gelisah. Kemudian ayah Ha Ni berpikir untuk segera menelepon Joon Gu. Ia menanyakan apakah Joon Gu sangat mencintai Ha Ni. Joon Gu menjelaskan bahwa ketika dia mendapatkan masalah dan dijauhi oleh anak anak lain, cuma Ha Ni yang selalu menemani dan menjadi teman terbaiknya.

Terdengar sangat sedih saat Joon Gu berkata bahwa saat anak-anak lain belajar di kampus, tapi Joon Gu hanya bisa bekerja di restaurant. Joon Gu berkata hal itu tidak mengapa, karena ia bertekad untuk membangun hidupnya lebih baik lagi agar dia dapat segera melamar Ha Ni.

Seung Jo mengajak He Ra untuk mengerjakan tugas bersama di rumahnya. Mereka berdua mengerjakan tugas itu di balkon bagian luar rumah. Dan Ha Ni diam-diam memperhatikan mereka.

Projek tugas yang mereka kerjakan adalah mengenai budaya dan inti pokoknya adalah tentang filosofi dari Nietzsche's ideas. He Ra memiliki ide untuk menggunakan sebuah kamera untuk membantu tugas mereka kali ini, ketimbang menggunakan tulisan.

Ha Ni memperhatikan Seung Jo yang sedang serius mengerjakan tugas itu, Seung Jo terlihat sangat menikmati moment itu. Ha Ni tidak pernah melihat Seung Jo seperti itu sebelumnya

Ibu Seung Jo kembali ke rumah dan Eun Jo mengatakan bahwa teman Seung Jo sangat cantik. Ibu Seung Jo segera teringat sesuatu, ia pikir itu pasti saingannya Ha Ni dan pasti Ha Ni saat ini sedang patah hati. Oleh sebab itu, Ibu Seung Jo bersikap acuh tak acuh kepada He Ra.

Ha Ni menceritakan isi hatinya pada ayahnya. Karena tidak ingin Ha Ni patah hati, Ayah Ha Ni memutuskan bahwa ini saatnya untuk mereka pindah dari rumah Keluarga Seung Jo. Ayah Ha Ni memutuskan hal ini dengan berat hati, ia tidak ingin anaknya terluka lagi.

Ibu Seung Jo tidak ingin Ha Ni pindah dari rumah mereka. Mereka berkata bahwa mereka sungguh-sungguh ingin Ha Ni tinggal di rumah mereka. Tapi Ayah Ha Ni menjawab bahwa dengan perginya mereka dari rumah ini, akan membantu Ha Ni dari keterputus-asaannya pada Seung Jo. Mereka semua tahu bahwa Seung Jo tidak tertarik pada Ha Ni.

Ibu Seung Jo bersiteguh bahwa suatu hari Seung Jo akan menyukai Ha Ni. Ibu Seung Jo berkata bahwa mereka sangat ingin Ha Ni menjadi bagian dari keluarga mereka. Ibu Seung Jo sangat menyayangi Ha Ni dan sikap cerianya.

Tanpa disengaja, Eun Jo mendengar pembicaraan itu. Ia kemudian pergi kepada Seung Jo dan memberitahu bahwa Ha Ni akan pergi, ia berkata bukankah ini suatu berita baik.

Mendengar hal itu, Seung Jo menuju ke kamar Ha Ni untuk menanyakan apakah ia benar-benar akan pergi dari rumah ini. Seung Jo hanya berkata "Well, Akhirnya aku akan kembali hidup normal."

Dengan sedih, She says she hopes so. Seung Jo meninggalkan Ha Ni dengan kata "Have a nice life." terlihat kekecewaan di wajah Seung Jo.

Kemudian, hari berikutnya adalah hari dimana saatnya Ha Ni dan ayahnya pergi meninggalkan rumah Seung Jo dan ini menjadi hari yang menyedihkan terutama bagi Ibu Seung Jo.

HaNi berterimakasih kepada Ibu Seung Jo atas segala rasa sayang yang telah ia berikan pada Ha Ni mulai dari membelikan pizza untuk teman-teman sekelasnya dan mengundang teman-temannya untuk piknik keluarga. Ha Ni berkata bahwa Ibu. Seung Jo adalah seorang ibu yang sangat mengagumkan.

Sedangkan Seung Jo, ia berusaha untuk tidak terlihat sedih. Beberapa kali ia terlihat mengalihkan pandangannya dari Ha Ni.

Setelah Ha Ni pergi, Eun Jo bergembira menuju kamarnya. Sedangkan Ibu Seung Jo masih sangat sedih, ia menyalahkan Seung Jo bahwa semuanya adalah salahnya yang telah membuat Ha Ni pergi. Seung Jo tidak tahu harus berbuat apa, ia menuju ke kamar bekas Ha Ni tinggal. Ia menatap ke sekeliling, ruangan itu telah menjadi kosong. Dan ia menemukan boneka milik Ha Ni yang pernah Seung Jo berikan padanya. Ha Ni telah meninggalkan boneka itu.
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar