Rabu, 08 Juni 2011

PUTRI CINDERELLA

Ella adalah seorang gadis berwajah cantik, dan berbudi pekerti mulia. Dia sudah yatim piatu karena ayah ibunya sudah meninggal dunia. Ia hidup bersama ibu tiri nya dan dua saudara tirinya. Mereka amat dengki kepada Ella. Hal ini disebabkan wajah Ella jauh lebih cantik daripada wajah mereka.
Mereka berusaha agar penampilan Ella tampak jelek dan buruk, untuk itu setiap hari mereka menyuruh Ella menyapu dan mengepel lantai sepanjang hari, pakaian yang diberikan adalah pakaian bekas yang jelek.
Jika malam tiba Ella harus tidur di dapur, di pojok dekat cerobong asap. Karena itulah dia tampak selalu kotor dan mereka mengejeknya dengan nama Cinderella. Cinder artinya abu. Jadinya Cinderella artinya gadis abu.

Pada suatu hari putra raja mengadakan pesta besar di istana. Dua saudari tiri cinderrella ikut diundang. Mereka menjadi amat gembira dan sepanjang hari asyik membicarakan hal ini. Mereka mulai sibuk memilih gaun pesta ,perhiasan permata dan bulu bulu untuk menghiasi rambutnya.

"Ayo kau mesti membantu menyisir rambut kami!" perintah salah satu saudari tiri pada cinderella.

Cinderella berusaha sebaik baiknya agar mereka nampak cantik. Namun percuma saja , dia selalu nampak jauh lebih elok dari pada mereka, meskipun pakainnya compang camping. Hal ini membuat mereka gusar dan dengki.

"Mengapa kau tak pergi ke pesta juga, Cinderella?" tanya yang lain.

Gadis malang itu menunduk untuk mengamati pakaian rombengnya, lalu berbisik; "Betapa inginnya aku pergi kesana."

Mereka tertawa terbahak bahak sambil mengejeknya "Bayangkanlah , seorang gadis gembel dalam pesta Pangeran!"

Ketika malam tiba, Cinderella menjadi amat sibuk membantu kedua saudari tirinya itu mengenakan baju pesta sampai akhirnya , keduanya melihat kecermin sekali lagi dan berangkat. Sedikitpun mereka tak mengacuhkan Cinderella. Dengan air mata berlinang Cinderella menunggu sampai mereka pergi dengan keretanya.

"Oh betapa aku juga ingin pergi kesana," bisiknya pada diri sendiri. tiba tiba terdengar suara seseorang dibelakangnya. "Kau bisa pergi kesana anakku!"

Cinderella berbalik dengan cepat. Didepannya berdiri seorang bidadari dengan sebuah tiara diatas kepalanya dan sebatang tongkat sakti di tangannya.
" Aku adalah bidadari," ujarnya. "aku akan membantu mu agar kau bisa pergi ke pesta sang Pangeran. Sekarang, larilah ke kebun dan ambilkan untukku sebuah labu yang terbesar !"

Cinderella lari dengan gembira kekebun untuk mengerjakan apa yang diminta oleh sang bidadari. Cinderella memetik sebuah labu yang terbaik dan terbesar, lalu membawanya ke hadapan sang Bidadari.

"Inilah labu yang terbaik didalam kebun," ujarnya riang. Sang bidadari mengayunkan tongkatnya diatas labu itu. Dalam sekejap mata , buah itu berubah menjadi sebuah kereta berwarna emas yang amat indah dengan perhiasan emas disekelilingnya.

"Sekarang kita membutuhkan enam ekor kuda untuk keretamu ini," ujar sang Bidadari. : cepat ambilkan perangkap tikus!"

Cinderella mengambil perangkap tikus yang berisi enam ekor tikus kecil. "Buka pintunya dan keluarkan mereka !" ujar sang Bidadari

Begitu tikus-tikus itu lari keluar , sang Bidadari mengibaskan tongkatnya diatas mereka. seketika mereka berubah menjadi enam ekor kuda putih yang perkasa. Bulu surai dan ekornya panjang , lebat dan amat indah. Kepalanya dihiasi dengan pita - pita perak.

"Nah sekarang kita membutuhkan seorang sais," ujar sang bidadari . "Coba ambilkan jebakan tikus!".

Cinderella mengambil jebakan tikus yang berisi seekor tikus besar. Dia membuka pintunya dan ketika tikus itu lari keluar , sang bidadari mengayunkan tongkat saktinya. Seketika tikus itu berubah menjadi seorang sais yang gagah. Pakaiannya dihiasi dengan kancing perak dan emas. Topinya berjambul kuning. Kakinya memakai sepatu hitam yang berkilat.

Ia membungkuk memberi hormat, lalu melompat naik keatas kereta dan memegang tali kendali dengan kedua tangannya. "Kau harus pergi ke pesta itu dengan anggun", ujar sang Bidadari lagi. "Karena itu , kau memerlukan pengawal- pengawal. Dia berpikir sejenak, lalu berkata; "Coba tangkaplah enam ekor kadal hijau."

Cinderella lari lagi kekebun dan kembali dengan membawa enam ekor kadal hijau. Sang Bidadari melambaikan tongkatnya. seketika mereka berubah menjadi enam orang pengawal yang gagah berseragam warna ungu dengan perhiasan emas.

"Nah," sang bidadari mengejapkan matanya pada Cinderella. "Kau sudah memiliki perlengkapan seorang ratu. Senangkah kau?"

Cinderella menunduk , memandang pakaiannya yang compang - camping. "Bagaimana aku kepesta sang Pangeran dengan pakaian seperti ini?" keluhnya.
Sang bidadari tertawa ramah dan mengubah pakaian Cinderella dengan tongkatnya. Seketika pakaian jelek itu berganti menjadi gaun pesta yang amat indah dengan perhiasan emas dan bunga bunga mawar berwarna merah jambu. Tangannya terselubung sarung tangan putih dan rambutnya dihiasi dengan perhiasan intan. Sepasang kakinya mengenakan sepatu kaca yang amat indah. Tentu saja cinderella menjadi amat sangat cantik!
"Nah sekarang pergilah ke pesta!" ujar sang bidadari. "Namun ingatlah , bahwa kekuatan sihir ini akan habis tepat pada tengah malam. Bila pada saat itu , kau masih belum pulang ke rumah, maka kau akan kehilangan kereta serta pengawal mu dan kau akan berpakaian rombeng kembali!
Cinderella berjanji , bahwa ia akan pulang kerumahnya sebelum jam dua belas tengah malam. Lalu ia naik ke dalam kereta yang indah itu dan pergi menuju ke pesta. Wajahnya berseri-seri bahagia.

Ketika cinderella tiba dipesta , semua orang tercengang melihatnya. "Wah betapa cantiknya dia," bisik seseorang. "aku heran , siapakah dia?" bisik yang lain. Setiap orang mengira, bahwa dia adalah seorang puteri raja yang datang dari negeri jauh. Tiada seorang pun yang tahu , bahwa dia adalah seorang gadis yatim piatu yang amat melarat. Begitu pula dua saudari tirinya mereka tak mengenalinya. Mereka iri hati melihatnya.

"Pangeran tak mau berdansa dengan siapa pun, kecuali dengan dia saja," bisik mereka dengan cemburu.
Memang Cinderella dan sang pangeran adalah pasangan yang amat serasi dalam pesta itu. Ketika mereka berdansa, permata dan selop Cinderella berkilauan tertimpa sinar ribuan lilin. Sang pangeran terpikat dengan keelokkan gadis yang belum pernah dilihatnya ini dan ia tak mau sedikitpun beringsut dari sisinya.

Ketika hidangan telah tersedia , sang Pangeran sendiri yang memilihkan kue - kue lezat dan buah-buahan yang terbaik khusus untuk Cinderella. Lalu ia membimbing lengannya dan membawanya ke hadapan Raja dan Ratu. Dikatakannya pada mereka, bahwa ia mencintai gadis ini. Cinderella menjadi amat berbahagia , hingga dia lupa akan waktu.

Jam terakhir telah tiba. Bila tengah malam telah lewat , cinderella akan berubah menjadi biasa kembali. Sedangkan sekarang , kelihatannya ia telah lupa akan janjinya!

Tiba - tiba terdengar lonceng istana berdentang. Ternyata sudah tengah malam! Pada dentang lonceng yang pertama, Cinderella tersadar dan ingat kembali akan pesan sang Bidadari.

Ia bergegas meninggalkan sang Pangeran dan lari keluar dari aula pesta. Diluar istana, salah satu sepatu kacanya terlepas di anak tangga pintu gerbang. dalam keadaan tergesa-gesa, Cinderella tak sempat mengambilnya lagi.
Lonceng masih terus berdentang dua belas kali. Sais menunggu didalam keretanya diluar pintu gerbang. Namun begitu Cinderella naik dentang lonceng terakhir yang bergema. Dalam sekejap mata , segalanya kembali keasalnya! Kereta kembali menjadi buah labu. Sang sais dan enam ekor kuda putihnya, kembali menjadi tikus. Sang pengawal kembali menjadi kadal. Mereka semua berlarian masuk kesemak belukar. Dan Cinderella sendiri kembali juga mengenakan pakaiannya rombengnya yang jelek. Cuma sepatu kaca kanannya saja yang masih tetap utuh!

Perlahan-lahan dia berjalan kaki pulang kerumahnya sambil mengenangkan pesta yang menyenangkan itu.

Dia telah berada kembali didapur, disudut cerobong asap, sebelum saudari tirinya pulang. Diam -diam, cinderella menyimpan sepatu kacanya yang indah itu dalam sakunya , agar tak diketahui oleh mereka.

Esok paginya , orang-orang dibangunkan oleh suara keras. Ketika mereka melihat dari jendela dan pintunya , nampaklah seorang pembawa pesan dari istana diatas kudanya.

Ia mengumumkan bahwa sang Pangeran sedang mencari seorang gadis cantik yang semalam berdansa dengannya dalam pesta. Sang pangeran telah menemukan sebelah sepatu kacanya dan ia akan mengunjungi setiap rumah dalam kerajaan ini, untuk mencari gadis yang bisa memakai sepatu kaca itu. Siapa yang cocok kakinya akan dijadikan mempelainya!
Tentu saja semua gadis dalam kerajaan itu menjadi amat tertarik. Mereka bergegas mengenakan pakaiannya yang terindah agar nampak cantik bila sang pangeran datang berkunjung.

Dua saudaru tiri cinderella juga tak mau ketinggalan. Cuma Cinderella saja yang tak punya pakaian lain selain dari pada pakaian rombengnya ini.

Sang pangeran mengunjungi setiap rumah. Sampai akhirnya ia tiba dirumah Cinderella. Dua saudari tiri Cinderella bergegas menyambutnya.

"Sepatu kaca itu pasti pas pada kakiku!" seru gadis yang tertua. Namun ia tak bisa memasukkan jari jari kakinya kedalam sepatu kaca yang mungil itu. Begitu juga dengan adiknya. Dia tak bisa mengenakan sepatu kaca itu pada kakinya.
Cinderella duduk saja di pojok , ketika mereka tengah mencoba selop itu. Tak disangkanya , kalau sang pangeran merasa, bahwa ia sudah pernah melihat wajah yang cantik itu sebelumnya.

"Maukah kau mencoba sepatu kaca ini?" pintanya.

"Ya aku mau mencobanya," jawab Cinderella malu-malu.

"Kau!" seru saudari tirinya muak. " Ayo kembalilah ketempatmu didapur!"

Namun sang Pangeran mencegahnya. "Biarkan ia mencobanya!" perintahnya. Cinderella memasukkan kakinya dengan mudah kedalam sepatu kaca itu. Sesaat semua orang tercengang. Lalu, semua orang menjadi lebih tercengang lagi, ketika ia mengeluarkan sepatu kaca yang lain dari dalam sakunya dan mengenakannya kedalam kaki kanannya!
Tepat pada saat itu , sang Bidadari muncul kembali. Dia menyentuh Cinderella dengan tongkatnya.Dalam sekejap semua pakaian rombengnya lenya dan berganti dengan pakaian pesta yang dikenakan Cinderella semalam saat berdansa.
Kedua saudari tirinya begitu tercengang, hingga mereka tak bisa berkata, sepatah kata pun.
Tetapi, sang Pangeran bukan main gembiranya. Ia memandang Cinderella dengan penuh suka cita, lalu membungkuk didepannya.

"Inilah mempelaiku yang sejati!" ujarnya sambil mencium tangan kanan Cinderella.
Seluruh kerjaan bergembira ria. Pesta perkawinan mereka dilaksanakan dengan amat meriah selama tiga hari, tiga malam. Cinderella memaafkan semua kesalahan saudari tirinya. Padahal apa yang sudah dilakukan saudari saudarinya sangat menyakitkan hati.

Namun begitulah jika orang berjiwa besar. Ia mampu memaafkan kesalahan orang lain justru disaat dia mampu membalas kejahatan musuh musuhnya.
Cinderella bahkan mengajak mereka hidup bersama dalam istana. Kemudian, mereka menikah juga dengan dua orang bangsawan di istana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar