Senin, 02 Januari 2012

PLAYFULL KISS EPISODE 10

EPISODE 10
Akhirnya Seung Jo pergi meninggalkan rumah. Ibu Seung dan Eun Jo mengantar Seung Jo sampai depan pintu.

Ibu: “Seung Jo jaga dirimu baik-baik, makan makanan bergizi, sayuran dan buah-buahan. Dan jangan bergadang di malam hari.”
Seung Jo: “Aku tau. Aku tau.”
Ibu Seung Jo: “Telepon ibu bila kau memerlukan sesuatu.”
Seung Jo: “Aku tidak memerlukan apapun.”
Ibu Seung Jo: “Bagaimanapun juga kau harus mengunjungi rumah sesekali.

Seung Jo hanya mengangguk.Ha Ni tidak dapat berkata apa-apa, ia menangis dan Seung Jo melihatnya dari jauh.
Seung Jo berkata kepada Ha Ni : “Aku akan pergi.”

Ha Ni tidak dapat menahan tangisnya, saat Seung Jo pergi.Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, "Dia telah pergi. Dia sungguh-sungguh pergi. Aku sangat senang dapat tinggal di rumah keluarga ini bersama dengan Seung Jo. Meskipun ia bersikap dingin dan kasar padaku, tapi aku sangat senang berada di dekatnya."

Ha Ni menghapus air matanya, Ibu Seung Jo datang untuk menghiburnya.
Ibu Seung Jo : “Jangan menangis. Tunggulah. Dia tidak akan pergi jauh. Dia akan segera kembali.”
Di angkutan umum, Ha Ni masih merenungi kepergian Seung Jo.

Ha Ni : "Sekarang aku tidak dapat melihatnya dimanapun kecuali di kampus. Dia mungkin Seung Jo mungkin akan melupakanku."

Ha Ni termenung sendiri di kampus, sahabatnya memanggil Ha Ni tapi Ha Ni tidak mendengarnya. Sahabat Ha Ni memberi motivasi pada Ha Ni untuk segera bangkit dari kesedihan. Tiba-tiba Seung Jo muncul dan lewat begitu saja tanpa tahu Ha Ni tengah memperhatikannya.

Sahabat Ha Ni menyuruh Ha Ni untuk memanggil Seung Jo, tapi entah mengapa Ha Ni sedikit takut untuk melakukan hal itu. Sahabat Ha Ni mengajak Ha Ni untuk segera makan siang.

Di kafetaria, Ha Ni enggan untuk makan. Sahabatnya memesan sesuatu untuk Ha Ni, sama seperti pesanan saat mereka SMA dulu. Pada saat yang sama Joon Gu sedang melayani pelanggannya, ia memanggil Ha Ni tapi Ha Ni tidak meresponnya, Ha Ni malah pergi membawa makanan yang telah dipesankan untuknya.

Sahabat-sahabat Ha Ni menanyakan tentang Seung Jo, dimana Seung Jo tinggal dan menetap setelah ia pindah dari rumahnya sendiri dan pekerjaan paruh waktu apa yang dilakukannya, tapi jawaban Ha Ni hanya satu, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Saat berada di lapangan Tennis, Ha Ni juga merasa sangat tidak bersemangat saat ia melakukan tugasnya untuk mengumpulkan bola.

Saat bola tennis jatuh tepat mengenai Ha Ni, Ha Ni tidak merasakan apapun. Ha Ni sudah benar-benar linglung sekarang. Salah satu anggota yang melihat perubahan sikap Ha Ni langsung membicarakan tentang Ha Ni, Salah satu anggota club berkata mengenai penyebab perubahan sikap Ha Ni, bahwa Ha Ni sangat shock setelah ditinggal pergi Seung Jo.

Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, "Seung Jo tidak datang untuk berlatih dan dia tidak akan pernah datang."

Kyung Soo memanggil Ha Ni : “Oh Ha-ni, apakah kau tidak memunguti bola dengan baik.”
Kyung Soo merasa prihatin melihat keadaan Ha Ni yang sangat lesu. Kyung Soo mencoba mengalihkan perhatian Ha Ni "Oh Ha Ni apakah kau mau membelikanku makan malam."
Ha Ni : “Tidak.”
Kyung Soo : “Benarkah? Itu sangat memalukan karena aku akan memberikan kau informasi tentang

Seung Jo. Tapi, bila kau tidak mau, ya sudah. Ayo cepat berlatih.
Mendengar hal itu, Ha Ni langsung bangkit lalu berteriak "Baiklah, aku akan membelikan makan malam untukmu."

Ha Ni menghampiri Kyung Soo dengan semangat.
Kyung Soo : “Aku tau tempat yang bagus dan tidak mahal. Jadi kau tidak perlu merasa kesulitan."
Ha Ni : “Bagaimana dengan info mengenai Seung Jo?”
Kyung Soo : “Seperti yang engkau tau bahwa Seung Jo tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku, oleh karena itu aku akan memberikanmu informasi yang bagus."

Kyung Soo dan Ha Ni datang ke sebuah restaurant. Kyung Soo berkata bahwa ini adalah tempat kerja Seung Jo, Kyung Soo yang mengenalkan Seung Jo pada manager restaurant itu.

Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, "Baek Seung Jo bekerja di sebuah restaurant keluarga? Aku tidak percaya."

Kyung Soo memasuki restaurant dan disambut oleh pelayan yang juga mengenal Kyung Soo, pelayan itu menanyakan pada Kyung Soo, apakah ia bekerja hari ini.

Kyung Soo menjawab, ia datang ke sini sebagai seorang pelanggan. Kyung Soo meminta meja untuk 2 orang. Pelayan itu menunjukkan mejanya.

Ha Ni melihat ke sekeliling restaurant, ia mencari-cari Seung Jo. Melihat hal itu, Kyung Soo segera menawarkan Ha Ni untuk segera memesan makanannya. Dan Ha Ni memilih pesanannya dengan sedikit agak bingung, dan tiba-tiba yang melayani Ha Ni saat itu adalah Seung Jo.

Seung Jo memang benar-benar bekerja di restaurant ini. Seung Jo melayani Ha Ni dengan pelayanan tidak memuaskan. Sepertinya Seung Jo tidak suka kalau Ha Ni tahu Seung Jo bekerja di tempat ini.
Ha Ni merasa sangat terharu sekaligus senang. Kyung Soo menanyakan alasan kenapa Ha Ni merasa terharu.

Ha Ni : “Sudah sangat lama sekali aku tidak berbicara dengan Seung Jo.
Kyung Soo mengerti : “Apakah kau berbicara dengannya tadi? Aku rasa, kau memesan makanan tadi bukannya berbicara dengannya.”

Seung Jo datang membawakan pesanan Kyung Soo dan Ha Ni.
Ha Ni berbicara pada dirinya sendiri : “Kenapa ia juga sangat mempesona saat memakai seragam?”
Ha Ni bertanya pada Kyung Soo : “Apakah kau juga tau dimana Seung Jo tinggal?”
Kyung Soo : “Rumah? Aku tidak tau banyak tentang hal itu.”

Seung Jo datang mengantarkan pesanan Ha Ni. Seung Jo seperti menghiraukan Ha Ni. Ha Ni menanyakan pada Seung Jo, apakah Seung Jo marah karena Ha Ni ada di tempat ini.

Seung Jo menjawab bahwa sebenarnya ia sudah tahu sejak lama kalau lambat laun Ha Ni pasti akan mengetahui dimana ia bekerja.

Ha Ni menanyakan alamat rumah dimana Seung Jo tinggal saat ini, tapi Seung Jo tidak memberitahukan hal itu. Ha Ni sedih, tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pengumuman.

Pengumuman mengenai dibutuhkannya karyawan baru, Ha Ni senang sekali melihat hal itu. Ha Ni kemudian menuju ke ruang manager dan menemui manager restaurant. Tapi, ternyata Ha Ni terlambat. He Ra sudah terlebih dulu mendapatkan pekerjaan itu.

Ha Ni memohon pada manager restaurant agar tidak memperkerjakan He Ra. Tapi, manager restaurant itu mengatakan bahwa He Ra sudah lebih dulu mendapatkan job ini.

Ha Ni tidak suka He Ra mendapatkan pekerjaan itu, He Ra memancing rasa cemburu Ha Ni. He Ra berkata bahwa Ha Ni hanya dapat bertemu dengan Seung Jo di lapangan Tennis, sedangkan He Ra bisa bersama dengan Seung Jo sepanjang waktu karena mereka berada di kelas yang sama dan bekerja paruh waktu di tempat yang sama pula.

Ha Ni sedih, ia menceritakan bahwa He Ra telah terlebih dulu mengambil job itu. Kyung Soo mencoba menghibur Ha Ni.

Ha Ni dan Kyung Soo sudah menyelesaikan makan mereka, Seung Jo datang menawarkan hidangan penutup yaitu secangkir teh. Ha Ni bertanya pada Seung Jo, apakah hidangan penutup itu boleh dinikmati besok? Karena besok Ha Ni akan kembali ke restaurant ini.

Otomatis Seung Jo berkata tidak boleh. Ha Ni bertanya pada Seung Jo apakah besok ia boleh kembali ke restaurant ini lagi, Ha Ni berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu Seung Jo.

Seung Jo terpaksa membolehkan hal itu dengan syarat, Ha Ni tidak boleh memberitahukan bahwa Seung Jo bekerja di restaurant ini kepada keluarganya.

Sebelum pulang, Ha Ni menyempatkan diri untuk melihat keadaan Seung Jo. Ha Ni melihat Seung Jo tengah mengobrol bersama He Ra. Ha Ni merasa cemburu, tapi ia senang sudah dapat melihat dan berbicara dengan Seung Jo hari ini.

Ha Ni pulang dengan perasaan sangat senang. Ibu Seung Jo menyuruh Ha Ni untuk segera makan malam.

Ha Ni menceritakan kepada Ibu Seong Jo bahwa seung jo bekerja di sebuah restaurant keluarga. Ibu Seung Jo kaget mendengar hal itu. Ibu Seung Jo ingin sekali melihat Seung Jo bekerja, jadi ia merencanakan untuk menyamar agar bisa melihat Seung Jo secara diam-diam.

Keesokan harinya, Seung Jo melayani tamu dengan sangat baik. Para tamu itu menyebutkan pesanannya masing-masing dengan sangat rumit. Tapi, Seung Jo berhasil menghafalnya tanpa perlu mencatat.

Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo diam-diam memperhatikan Seung Jo bekerja. Mereka sangat kagum pada Seung Jo.

Ha Ni : “Hyung, You're so cool.”
Eun Jo berkata : “Apakah benar penyamaran ini tidak akan diketahui oleh Seung Jo?”
Ibu Seung Jo : “Tidak, tidak akan. Seung Jo tidak akan mengenali kita.”
Ibu Seung Jo memanggil Seung Jo : “Pelayan.”

Seung Jo menghampiri ibunya, Seung Jo sebenarnya sudah tahu kalau itu ibunya. Akhirnya penyamaran Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo dapat diketahui oleh Seung Jo.

He Ra datang ke meja Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo. Ibu Seung Jo kaget melihat He Ra bekerja ditempat yang sama dengan Seung Jo.

Setelah selesai makan, Ibu Seung Jo berbicara pada Seung Jo untuk sering-sering mengunjungi rumah.

Ibu seung Jo menyuruh Ha Ni untuk selalu berada di dekat Seung Jo.
Ibu Seung Jo : “Kau harus selalu ke restaurant ini setiap hari.”
Ha Ni mengangguk mengiyakan perkataan Ibu Seung Jo.
Eun Jo : “Kasian sekali Hyung.”

Keesokan harinya, Ha Ni kembali ke restaurant tempat Seung Jo bekerja. Ha Ni membawa banyak buku pelajaran, ia akan belajar di restaurant tersebut.

Seung Jo : “Apakah kau menyewa tempat ini?”
Ha Ni : “Aku memiliki tugas yang harus dikumpulkan minggu depan.”
He Ra datang menghampiri Ha Ni dan Seung Jo : “Aku yang akan melayaninya.”
Seung Jo : “Ok.”

Ha Ni tidak mau dilayani oleh He Ra.
Ha Ni berkata dengan kesal : “Kenapa kau datang tiba-tiba?”

He Ra berkata dengan ramah bahwa ia menghampiri Ha Ni karena sepertinya Ha Ni terlihat sangat ingin memesan makanan. He Ra menanyakan kepada Ha Ni tentang menu yang akan Ha Ni pesan.

Ha Ni menjawab dengan kesal : “Berikan aku apapun.”
He Ra : “Baiklah, aku mengerti. Tunggulah, mungkin agak sediki.....”

Beberapa menit kemudian pesanan Ha Ni datang. Ha Ni kaget melihat pesanannya datang, beberapa jenis makanan mewah.

He Ra : “Dapatkah anda menggeser beberapa buku anda yang berserakan di atas meja?”
Seraya menggeser beberapa bukunya Ha Ni bertanya : “Makanan apa ini?”
He Ra : “Ini adalah makanan special dari restaurant kami.”

Ha Ni memperhatikan makanan yang dihidangkan He Ra.
Ha Ni : “Ini besar. Apakah ini daging bebek?”
He Ra : “Oh, bukan. Ini bukan bebek tapi daging ayam. Bukankah tadi kau bilang, boleh membawakanmu pesanan apa saja. Selamat menikmati makanan anda. Terimakasih, terimakasih!

Ha Ni berada di restaurant sampai malam, ia masih belajar di restaurant sampai seluruh pengunjung pergi.

He Ra : “Pelanggan, haruskah saya memberikan anda lima gelas kopi? Jika kau meminum 6 gelas kopi hitam setiap hari, perutmu akan terasa sangat sakit.”
Ha Ni : “Terimakasih, apakah kau mengkhawatirkanku? Aku pikir itu tidak akan berefek apapun padaku.”

He Ra mencoba menyinggung tentang Ha Ni : “Lelaki mana di dunia ini yang menyukai melihat seorang gadis menunggunya terus dan selalu memperhatikannya.

Jika aku seorang laki-laki, mungkin aku akan sangat lelah akan hal itu. Baiklah, terus bekerja keras.

Ha Ni kaget sekali, ia harus membayar mahal untuk hidangan hari ini. Ha Ni mengeluarkan seluruh uang yang ada di dompetnya, beberapa uang kertas dan banyak uang koin.

Ha Ni ingin sekali mengetahui kapan Seung Jo pulang, maka ia menanyakan hal itu pada kasir. Kasir itu mengatakan bahwa Seung Jo selesai bekerja sekitar pukul 9 malam.

Karena masih jam setengah delapan, Ha Ni menunggu Seung Jo sampai Seung Jo keluar dari restaurant.

Dan ternyata bukan hanya Ha Ni saja yang menunggu Seung Jo, tapi He Ra pun melakukan hal yang sama.

Seung Jo dan He Ra pulang bersama, dan hal ini membuat Ha Ni cemburu. Tapi, Ha Ni mencoba meyakinkan dirinya bahwa Seung Jo dan He Ra mungkin tinggal di lingkungan yang sama.

Tapi ternyata, Seung Jo dan He Ra tidak hanya tinggal di lingkungan yang sama tapi juga di apartemen yang sama.

Ha Ni sangat shock melihat hal itu.
Ha Ni sampai di rumah dengan perasaan sangat sedih. Ibu Seung Jo menanyakan keadaan Ha Ni, tapi Ha Ni mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Di kamar, Ha Ni terus memikirkan Seung Jo dan He Ra. Ha Ni membayangkan hal negatif yang terjadi di antara Seung Jo dan He Ra.

Pagi harinya, Ha Ni tidak tidur semalaman ia terlihat sangat pucat. Ibu Seung Jo menyarankan pada Ha Ni untuk tidak pergi ke kampus, tapi Ha Ni berkata semua akan baik baik saja.
Ibu Seung Jo menambahkan bahwa bila keadaan Ha Ni bertambah parah, Ha Ni bisa menyuruh Seung Jo untuk mengantarkannya pulang.

Ha Ni terlihat sangat lemas dan pucat, sahabat-sahabat Ha Ni menanyakan keadaan Ha Ni. Sahabat Ha Ni menanyakan apakah Ha Ni seperti ini karena Seung Jo.

Ha Ni berkata pada teman-temanya bahwa dirinya akan menyerah untuk mendapatkan Seung Jo, kedua sahabat Ha Ni tidak percaya mendengar hal itu.

Ha Ni menceritakan apa yang ia lihat semalam, bahwa He Ra dan Seung Jo tinggal bersama.
Kedua sahabat Ha Ni sangat prihatin atas apa yang menimpa hati.

Jam pelajaran di mulai, Ha Ni melihat ke tempat duduk yang biasa di duduki oleh Seung Jo. Tapi yang Ha Ni dapati hanya bangku kosong.

Ternyata bukan hanya Ha Ni saja yang mencari Seung Jo. Seung Jo pun melakukan hal yang sama, ia melihat kesekelilingnya mencoba menemukan Ha Ni.

Di lapangan tennis, Kyung Soo sedang melatih para anggota club. Saat berlatih tennis, Ha Ni pun merasa tidak bersemangat, pikiran dan hatinya masih belum bisa melupakan kejadian yang terjadi kemarin malam.

Kyung Soo memperingatkan Ha Ni untuk tetap fokus.
Di restaurant tempat Seung Jo bekerja, Seung Jo melihat ke sekelilingnya, ternyata Seung Jo mencari Ha Ni.

Di kampus, Ha Ni termenung sendiri sedangkan kedua sahabatnya heboh bergosip.
Karena tidak tega melihat Ha Ni seperti itu, kedua sahabat Ha Ni memutuskan untuk berbicara langsung pada Seung Jo.

Kedua sahabat Ha Ni memanggil Seung Jo : “Seung jo! Siapa kau? Sudah sejak lama kita berteman. Kau tau siapa kami. Kami teman Oh Ha Ni. Kau memiliki IQ 200, tapi kau tidak dapat mengingat hal itu? Kita tidak berada di kelas yang sama tapi kita melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama.”
Seung Jo : “Aku segera menghapus data-data yang lama. Ah, aku ingat. Kalian memiliki level otak yang sama dengan Ha Ni, bukankah begitu?”

Akhirnya Seung Jo mengingat nama teman-teman Ha Ni.
Seung Jo menanyakan ada masalah apa? Sahabat Seung Jo berkata bahwa hal ini masih tentang Ha Ni : “Sudah sejak sepuluh hari yang lalu, Ha Ni seperti baru saja pergi dari neraka dan kembali. Sebagai teman, Aku tidak dapat duduk diam dan melihat Ha Ni seperti itu.”
Seung Jo : “Sebenarnya apa yang kalian ingin katakan?”

Kedua sahabat Seung Jo berkata secara bersamaan : “Tinggallah bersama!”
Kedua sahabat Ha Ni berkata pada Seung Jo dengan nada tinggi bahwa kemarin malam Ha Ni mengikuti Seung Jo dan He Ra, ia menunggu Seung Jo di jalan lebih dari satu jam.

Kedua sahabat Ha Ni menyuruh agar Seung Jo berkata jujur. Tapi setelah Seung Jo berkata bahwa ia akan mengatakan hal yang sebenarnya pada Ha Ni, kedua sahabat Ha Ni baru menyadari bahwa Ha Ni adalah tipe orang yang sensitif.

Kedua sahabat Ha Ni mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud agar Seung Jo berhenti menyukai He Ra.

Setelah kedua teman Ha Ni pergi Seung Jo tersenyum, sepertinya ia tidak menganggap serius dengan apa yang dikatakan oleh mereka.

Di kafe, Joon Gu membawakan banyak makanan untuk Ha Ni, mereka sengaja melakukan hal ini agar Ha Ni senang.

Kedua sahabat Ha Ni memberikan nasehat agar Ha Ni menjaga kesehatan tubuhnya dan mulai mencari cinta yang baru. Kedua sahabat Ha Ni berkata bahwa Ha Ni harus melihat ke sekelilingnya bahwa tidak hanya ada satu lelaki saja di dunia ini.

Sudah dua minggu Ha Ni tidak bertemu atau melihat Seung Jo, bila Ha Ni tidak berusaha untuk mengetahui dimana Seung Jo berada pastinya tidak ada jalan lain untuk mereka dapat bertemu.
Seung Jo akhinya datang.

Seung Jo : “Sedang apa kau di sini? Apakah kau menunggu seseorang? Lama tidak bertemu. Aku tidak pernah melihatmu akhir-akhir ini.”

Ha Ni gugup, ia berusaha menghindari Seung Jo. Ha Ni pamit untuk pergi, tapi Seung Jo mencegahnya. Seung Jo berkata untuk menemaninya sebentar karena ia sedang menunggu seseorang. Ha
Ni mengiyakan.

Ha Ni bertanya pada Seung Jo tentang makanan, Seung Jo berkata bahwa ia kadang makan ditempatnya kerja atau ada seseorang yang memasakannya.

Ha Ni cemburu mendengar hal itu. Ha Ni berkata bahwa bukankah saat tinggal di daerah yang asing akan terasa sangat kesepian?. Seung Jo menjawab bahwa ia dekat dengan He Ra jadi tidak terlalu sepi. Lagi-lagi Ha Ni merasa sakit hati.

Seorang anak perempuan datang menghampiri Seung Jo dan Ha Ni, ternyata yang baru saja datang adalah anak didik Seung Jo. Seung Jo mengajari gadis itu pelajaran matematika. Gadis itu langsung mengenali Ha Ni saat ia melihat Ha Ni.

Gadis itu berkata bahwa sangat mudah untuk mengenali Ha Ni karena He Ra telah menceritakan tentang Ha Ni pada gadis itu. Ha Ni bertanya tentang apa yang diceritakan He Ra mengenai dirinya.

Gadis itu berkata bahwa Ha Ni tidak pintar tapi berhasil masuk 50 besar saat SMA dan hal itu telah menjadi legenda.

Beberapa menit kemudian, He Ra datang. Gadis itu langsung menghampiri He Ra, gadis itu berkata pada Ha Ni bahwa He Ra adalah guru bahasa inggrisnya dan Seung Jo yang mengajarinya matematika.
Gadis itu terus saja berbicara bahwa Seung Jo dan He Ra datang ke rumahnya 3 kali dalam seminggu dan ibunya sangat menyukai mereka, tidak jarang ibu gadis itu memasakkan makanan untuk Seung Jo dan He Ra.

Ha Ni mengerti bahwa teryata rasa cemburunya itu tidak beralasan, Seung Jo sebenarnya tidak tinggal dengan He Ra, tapi saat Ha Ni mengikuti mereka, Seung Jo dan He Ra sedang berada di rumah gadis itu untuk sebuah private.

Ha Ni merasa malu dengan apa yang dipikirkannya, ia juga sangat senang bahwa hal yang ia
pikirkan adalah tidak benar.

Ha Ni membuat coklat special untuk Seung Jo. Saat tengah menyiapakan chocolate untuk Seung Jo, Ha Ni membayangkan Seung Jo dan Ha Ni berada di sebuah taman, kemudian Ha Ni memberikan chocolate buatannya, Seung Jo sangat senang sekali menerima chocolate buatan Ha Ni dan Seung Jo memberikan sebuah cincin untuk Ha Ni, sayangnya itu cuma bayangan.

Ha Ni ingin pergi menemui Seung Jo, tapi hujan sangat deras sekali sedangkan Ha Ni tidak membawa payung. Ha Ni memang bernasib malang, taxi yang tengah ditumpanginya pun ternyata mogok.

Akhirnya Ha Ni memutuskan untuk berjalan dari tempat taxi mogok sampai restaurant Seung Jo.
Ha Ni sampai di restaurant tempat Seung Jo bekerja dengan keadaan basah kuyup. Seung Jo sedikit tidak mempedulikannya. He Ra memberikan kopi kepada Ha Ni. Ha Ni menggigil kedinginan dan saat Ha Ni mencoba untuk berdiri tiba-tiba ia jatuh pingsang.

Seung Jo : “Ha Ni, Oh Ha Ni.”
Akhirnya Seung Jo membawa Ha Ni ke ruang manager.
Manager menanyakan keadaan Ha Ni dan Ha Ni menjawab bahwa ia baik-baik saja. Tapi, manager itu menyarankan pada Seung Jo untuk pulang dan membawa Ha Ni bersamanya.

Seung Jo hendak mengantarkan Ha Ni pulang ke rumah keluarga Seung Jo, tapi saat hujan deras seperti ini tidak ada angkutan umum yang beroperasi, akhirnya Seung Jo memutuskan untuk membawa Ha Ni ke apartementnya.

Di apartement Seung jo.
Ha Ni : “Apakah He Ra pernah datang ke sini?”
Seung Jo : “Tidak, kau orang pertama yang datang ke tempat ini.”
Ha Ni tersenyum.

Seung Jo melemparkan handuk ke arah Ha Ni, Ha Ni mencium handuk itu, Ha Ni berkata : “Wangi Baek Seung Jo.”
SeungJo mendengarnya : “Apa? Bauku? Handuk itu baru.”

Seung Jo menelpon ibunya, ia memberitahukan ibunya untuk segera menjemput Ha Ni karena Seung Jo bersama Ha Ni saat ini. Ibu Seung Jo senang sekali mendengar Seung Jo dan Ha Ni bersama.
Karena tidak ingin mengganggu mereka, maka Ibu Seung Jo berkata bahwa ia tidak mau menjemput Ha Ni dengan alasan hujan deras.

Di restaurant Ayah Ha Ni. Telepon berdering dan Joon Gu mengangkatnya. Ternyata yang menelpon adalah Ibu Seung Jo. Ibu Seung Jo ingin berbicara dengan Ayah Ha Ni, tapi Joon Gu bilang kalau Ayah Ha Ni sedang sibuk. Ibu Seung Jo menyampaikan pesan pada Joon Gu untuk Ayah Ha Ni.

Ibu Seung Jo menceritakan bahwa sekarang Seung Jo dan Ha Ni sedang bersama dan Ha Ni akan menginap di apartemen Seung Jo. Joon Gu schock mendengar hal itu.

Joon Gu bertanya pada Ayah Ha Ni dimana tempat Seung Jo bekerja. Sesampainya di restauratn tempat Seung Jo bekerja, Joon Gu basah kuyup dan manager sedikit takut untuk menolong Joon Gu.
Di Apartement Seung Jo, Seung Jo menyuruh Ha Ni tidur.

Ha Ni : “Baiklah, aku akan tidur di lantai dan kau akan tidur di kasur.
Seung Jo : “Tentu saja.”
Ha Ni : “Seharusnya kau tidak bilang seperti itu, kau seharusnya mengatakan pada anak perempuan, kenapa kau bicara seperti itu, biar saja aku yang akan tidur di lantai dan kau tidur di atas kasur.”

Seung Jo : “Aku tidak akan mengucapkan hal itu.”
Ha Ni : “Dasar kau bukan manusia, lelaki bodoh.”
Seung Jo : “Apa?”
Akhirnya Seung Jo tidur di lantai dan Ha Ni tidur di atas kasur.
Ha Ni : “Hey.”
Seung Jo : “Apa?”
Ha Ni : “Bisakah kau tidak mematikan lampu?”

Seung Jo : “Aku tidak bisa tidur bila lampu menyala.”
Ha Ni : “Aku tidak bisa tidur bila lampu mati.”
Akhirnya Seung jo menyalakan lampu.

Ha Ni : “Hey.”
Seung Jo: “Apa lagi sekarang?”
Ha Ni : “Apakah kau kedinginan?”
Seung Jo : “Tentu saja, punggungku terasa dingin. Sudah! tidurlah.”
Ha-ni : “Tapii..”

Karena risih mendengar Ha Ni yang tidak kunjung tidur, Seung Jo berkata : “Baiklah, aku akan tidur disampingmu.”

Seung Jo tidur di samping Ha Ni. Tapi, ternyata Seung Jo pun tidak bisa tidur.
Seung Jo : “Apa kau gugup?”
Ha Ni : “Kenapa kau tanya seperti itu.”
Seung Jo : “Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu.”
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar